Tarakan – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Utara berhasil mengungkap kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu seberat 48,30 gram dari jasa ekspedisi di Nunukan.
Pelaku pengiriman paket barang yang berisi satu bungkus sabu dengan tujuan dari Nunukan ke Kabupaten Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan ini memanfaatkan jasa ekspedisi untuk mengirimkan barang.
Belum sampai barang yang diduga serbuk kristal jenis sabu ini ke tujuan, sudah duluan diketahui BNNP Kaltara. Kejadian ini berawal pada 10 Januari 2022 lalu.
“Informasi dari masyarakat ada barang (sabu) dikirim dari Nunukan lewat jasa ekspedisi J&T, lewat itu kami kerja sama dengan J&T Nunukan,” ungkap Kepala BNNP Kaltara diwakili Kepala Bidang Berantas AKBP Deden Andriana, SH, Kamis (10/3).
Informasi yang didapat aparat dari BNNP benar adanya. Seseorang yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) mengirimkan satu paket berisi sabu. Hanya saja ketika dilakukan pengejaran, diduga seseorang yang mengirimkan sabu dari Nunukan ini diduga kabur ke negara Malaysia.
“Yang bersangkutan sudah tidak ada di Kaltara, dimungkinkan kabur ke Tawau,” ujar Deden.
Karena belum ada pelaku yang akan bertanggungjawab dengan paket berisi sabu tadi, akhirnya aparat BNNP Kaltara melakukan control delivery hingga ke Sulsel. Sebelum berangkat J&T Nunukan telah berkoordinasi dengan J&T di Kabupaten Sinjai agar penerima paket datang mengambil paket kiriman dari Nunukan tersebut.
Upaya BNNP Kaltara membuahkan hasil tatkala seseorang datang menjemput paket itu di J&T Kabupaten Sinjai. Tak mau buang waktu, seseorang yang diketahui AMR ini dibekuk aparat BNNP Kaltara. Benar saja, AMR adalah orang yang tertulis dipaket berisi sabu dikirim dari Nunukan.
“Karena kami belum temukan penerimanya, kami control delivery ke Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan, kami berangkat untuk menangkap penerima barang,” jelas Deden saat konferensi pers pemusnahan sabu pagi ini.
“Sekitar siang ada orang jemput barang saat itu kami lakukan penangkapan, jadi sesuai nama dalam paket tersebut,” tegasnya.
Kata dia, hari ini akan lakukan pemusnahan sabu. Namun tidak sejumlah 48,30 gram karena sebagian disisihkan untuk alat bukti persidangan dan laboratorium.
“Sudah dikurangi untuk laboratorium narkotika dan disisihkan untuk persidangan, dimusnahkan 46,58 gram,” ujarnya.
Informasi soal DPO yang merupakan warga Nunukan adalah teman sekolah pelaku AMR sejak kecil. Namun, dari pengakuan AMR ini kali pertama dia memesan sabu ke teman lamanya tersebut. (*)
