BERAU, kaltarastories.com – DPRD Kabupaten Berau menilai potensi dana Corporate Social Responibility (CSR) dari perusahaan yang beroperasi di daerah belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pembangunan.
Anggota DPRD Berau, Abdul Waris, menyebut diperlukan langkah strategis untuk memetakan potensi CSR agar kontribusi dunia usaha dapat dikelola lebih terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Potensi CSR di Berau sangat besar. Perlu ada pemetaan yang jelas agar bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu melakukan kajian menyeluruh guna menghimpun data terkait besaran serta fokus program CSR dari masing-masing perusahaan.
Ia menilai selama ini pelaksanaan CSR cenderung berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang terintegrasi, sehingga belum sepenuhnya selaras dengan prioritas pembangunan daerah.
Karena itu, ia mendorong adanya sinergi antara program CSR perusahaan dengan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar setiap tahun.
“Program CSR sebaiknya diselaraskan dengan kebutuhan pembangunan agar dampaknya lebih terasa,” katanya.
Waris juga mengusulkan adanya forum khusus yang melibatkan perusahaan untuk membahas rencana program CSR, sehingga pelaksanaannya dapat dibagi sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.
Dengan pengelolaan yang lebih terkoordinasi, ia optimistis program CSR dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan, mulai dari infrastruktur hingga fasilitas publik lainnya.
Menurutnya, pola sinergi tersebut telah diterapkan di sejumlah daerah dan terbukti mampu meningkatkan efektivitas program CSR.
“Kalau dikelola bersama, program CSR bisa lebih tepat sasaran dan mendukung pembangunan daerah,” pungkasnya. (adv)




