Tarakan – Nuridah (45), Ibu dari Sabran (5), seorang pelajar warga Juata Permai, Tarakan Utara, Kota Tarakan turut merasakan kemudahan layanan kesehatan menggunakan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia dan keluarga telah terdaftar jaminan kesehatannya sejak masih dikelola oleh PT. ASKES, karena suaminya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) sehingga kepesertaannya di segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) senantiasa aktif.
Nuridah, menambahkan bahwa anaknya sudah dua kali harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Namun, ia tidak perlu khawatir masalah biaya perawatan, karena selama dua kali itu pula seluruh biaya pelayanan dan pengobatan telah terjamin oleh Program JKN. Nuridah sedang menjalani rawat inap karena mengalami demam tinggi selama berhari-hari. Sebagai orang tua, Nuridah memang cukup khawatir dengan kondisi kesehatan putranya. Dia takut apabila anaknya menderita demam berdarah.
“Saya lihat ciri-cirinya pun sama dengan penyakit yang disebarkan oleh nyamuk tersebut. Makanya awalnya saya mengira demam berdarah. Tapi kemuNuridah saya bawa ke rumah sakit untuk memastikannya. Setelah beberapa hari, alhamdulilah negatif demam berdarah,” ujar Nuridah saat ditemui di RS Umum Kota Tarakan, Jumat (11/10).
Itu bukan kali pertama Sabran di rawat di rumah sakit. Sebelumnya ia pernah mendapat penanganan gejala serupa yaitu demam tinggi yang disertai muntah-muntah. Nuridah menyampaikan, ikut dalam kepesertaan Program JKN ini sangat bermanfaat bagi keluarganya. Sebab, dua kali putranya dirawat di rumah sakit semua biaya pengobatan, layanan dokter dan fasilitas kamar sudah ditanggung dan dijamin seluruhnya oleh BPJS kesehatan.
“Apabila dia tidak memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan, biaya yang dikeluarkan pasti cukup mahal. Manfaatnya banyak sekali, karena semua perawatan dan pengobatan putra saya ditanggung,” kata Nuridah.
Mengingat manfaat Program JKN yang cukup besar, Nuridah mengatakan, pentingnya untuk berusaha tertib dalam membayar iuran JKN setiap bulan. Saat ini, Nuridah dan keluarga terdaftar di segmen PPU dengan fasilitas rawat inap kelas satu. Kepesertaan Nuridah dan anak-anaknya telah ditanggung oleh suaminya yang seorang ASN Aktif. Selama itu pula dia membayar secara rutin iuran JKN yang dipotong langsung dari gaji suamiya setiap bulan.
“Dengan tertib melakukan pembayaran iuran JKN setiap bulan, akan bermanfaat pada tidak adanya kendala ketika ingin menggunakan pelayanan kesehatan. Artinya, jaminan kesehatan bisa digunakan kapan saja. Bahkan ketika kondisi darurat seperti yang dialami anak saya. Untuk peserta lainnya juga saya ingatkan untuk tidak lupa membayar iurannya,” katanya.
Nuridah menyebutkan, bahwa sakit memang bukan hal yang diinginkan. Namun jika sudah memiliki jaminan kesehatan tentunya akan membuat hati tenang. Itulah yang dia rasakan ketika anaknya ditanggung oleh BPJS Kesehatan saat dirawat di rumah sakit.
“Saya pun memastikan, jika pihak rumah sakit tidak membeda-bedakan pelayanan pasien Program JKN dengan umum. Saya merasakan sediri, anak saya selalu mendapatkan fasilitas yang sangat layak. Entah itu dari segi fasilitas kamar, dokter, perawat, maupun makanan,” kata Nuridah.
Di samping itu, proses administrasi menggunakan BPJS kesehatan juga cukup mudah dan tidak dipersulit. Pada saat memeriksakan anaknya, dia hanya cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk mendaftar ke rumah sakit. Lalu diserahkan kepada perawat dan langsung mendapatkan kamar perawatan. Nuridah menyebut, bahwa kehadiran BPJS Kesehatan juga sangat membantu keluarganya ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Alhamdulillah BPJS Kesehatan sangat membantu meringankan biaya rumah sakit, obat, dan sebagainya. Semoga Program JKN selalu ada untuk masyarakat,” ujarnya. (om)




