Ombudsman Kaltara Imbau PLN Tingkatkan Pelayanan, Pihak PLN Tambah 10 MW dan Kerja Sama LNG

Kaltara Stories

Foto istimewa

Tarakan – PT PLN UP3 Kaltara dan PT PLN Nusantara Power Up Kaltimra melakukan audiensi bersama dengan mahasiswa, akademisi, perwakilan Pemkot Tarakan, Ombudsman RI Kaltara hingga awak media di ruang pertemuan Hotel Monaco, Senin (12/8).

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kaltara, Maria Ulfah memberikan saran agar pihak PLN dapat berbenah untuk kelistrikan di wilayah Tarakan. Maria menyarankan, agar pihak PLN tanggap jika terdapat pemadaman yang terencana maupun tidak terencana.

“PLN diharapkan bisa cepat menanggapi, baik itu ada keluhan dari pelanggan. Saya yakin bahwa manajer PLN Tarakan juga menerima banyak aduan, termasuk juga dari teman-teman teknisi di lapangan,” ungkap Maria dalam kesempatan tersebut.

Ombudsman Kaltara berharap agar ada sosialisasi pemadaman yang terencana maupun tidak terencana. Dalam sosialisasi tersebut biasanya disertai estimasi penyelesaian waktu pengerjaan, sehingga Ombudsman menyarankan agar PLN melakukan evaluasi jika estimasi penyelesaian pengerjaan tersebut melewati batas waktu yang sudah di sosialisasikan.

“Mungkin tadinya kita infokan tanggal sekian, waktunya sekian tapi kalau lama pengerjaannya harus dievaluasi, agar tidak berulang,” imbuhnya.

Perlu adanya sosialisasi terkait adanya penambahan daya listrik. Sehingga, masyarakat dapat mengetahui kondisi kelistrikan yang saat ini terjadi di Tarakan.

“Pengguna layanan yang selalu terdampak, jadi harus ada informasi yang disampaikan sebagai bentuk evaluasi. Jadi bisa dilihat, apa yang direncanakan sudah terealisasi, atau belum,” tuturnya.

Maria menambahkan agar adanya kolaborasi antara PLN dan mitranya menyoal kondisi listrik yang menjadi kebutuhan umat. Diketahui, PLN bersama Pertamina EP Bunyu dan PT Medco berkolaborasi untuk kebutuhan pasokan listrik di Kota Tarakan.

“Dibutuhkan komitmen untuk ini, tidak ada ruginya kalau kita menyampaikan hal ini ke masyarakat, seperti PLN tidak berdiri sendiri, ada sinergitas yang terjalin,” tandasnya.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Kalimantan Utara (UP3 Kaltara) Arief Prastantyo mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk memastikan pemenuhan kebutuhan listrik di Tarakan. Adapun upaya jangan pendek yang sudah dilakukan dengan memback up pasokan kelistrikan dari pembangkit gas yang saat ini sedang mengalami penurunan supply gas.

“Kami saat ini telah menambah dan mengoperasikan pembangkit non gas berkapasitas 10 MW sejak Juni lalu,” ucapnya.

Selain itu, sebagai rencana jangka menengah dan jangka panjang, pihaknya tengah menyiapkan kerja sama penyediaan gas dalam bentuk Liquified Natural Gas (LNG) atau Gas Alam Cair.

“Ini kami lakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kepastian pasokan gas yang tersimpan dalam fasilitas tangki penyimpanan gas di pembangkit” ucapnya.(red/fr)

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar