Tarakan – PT Pelindo Terminal Petikemas (TPK) Tarakan terus memperkuat perannya sebagai penggerak konektivitas logistik dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara. Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam Rapat Koordinasi dan Kunjungan Lapangan Trayek Tol Laut, Muatan Tol Laut, serta Digitalisasi Pelabuhan yang diselenggarakan di Kantor KSOP Kelas II Tarakan.
Kegiatan yang dipimpin oleh Asisten Deputi Pengembangan Konektivitas Antarwilayah Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Djoko Hartoyo, dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari sektor kepelabuhanan, transportasi, dan logistik. Forum ini bertujuan mengevaluasi efektivitas layanan pelabuhan sekaligus merumuskan langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas kawasan perbatasan.
Dalam forum tersebut, Pelindo TPK Tarakan menegaskan posisinya sebagai simpul logistik utama yang menghubungkan distribusi barang dan mobilitas masyarakat di Kalimantan Utara. Sebagai feeder port, Pelabuhan TPK Tarakan mendukung kelancaran arus logistik nasional melalui layanan Tol Laut sekaligus memperkuat konektivitas internasional melalui rute Tarakan–Tawau, yang menjadi jalur penting aktivitas perdagangan antara Indonesia dan Malaysia.
Selain mendukung layanan logistik domestik dan internasional, Pelindo juga berperan aktif dalam mendukung percepatan pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning–Mangkupadi melalui penyediaan layanan pandu dan tunda bagi kapal-kapal yang beroperasi di kawasan tersebut. Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen Pelindo dalam menciptakan rantai pasok yang andal, efisien, dan berdaya saing.
Pada sektor pelayanan domestik, Pelabuhan Malundung Tarakan menjadi pusat kegiatan bongkar muat barang kebutuhan pokok serta pelayanan penumpang yang menunjang aktivitas ekonomi masyarakat Kalimantan Utara. Peran tersebut menjadikan pelabuhan sebagai infrastruktur vital dalam menjaga kelancaran distribusi logistik dan stabilitas perekonomian daerah.
Pelabuhan Tarakan juga memiliki kontribusi signifikan dalam mendorong ekspor komoditas unggulan daerah, khususnya hasil perikanan. Saat ini, ekspor hasil laut menuju Singapura, Tiongkok, dan Hong Kong mencapai sekitar 150–200 boks per bulan, yang menunjukkan besarnya potensi ekonomi maritim Kalimantan Utara yang didukung oleh layanan pelabuhan yang semakin andal.
Sejalan dengan transformasi digital Pelindo, rapat koordinasi turut membahas implementasi Single Truck Identification Data (STID) dan Terminal Booking System (TBS) yang direncanakan mulai di Triwulan III Tahun 2026. Kedua sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat proses pelayanan, mengurangi antrean kendaraan, serta meningkatkan transparansi dan akurasi data operasional pelabuhan.
Pelindo menyampaikan bahwa infrastruktur pendukung, termasuk sistem autogate, telah tersedia dan siap dioperasikan. Namun, implementasi penuh masih memerlukan penyelesaian beberapa tantangan, di antaranya penyesuaian kendaraan angkutan yang belum memenuhi persyaratan STID serta sinkronisasi data pelaku Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) dengan sistem Pemerintah Daerah.
Menanggapi hal tersebut, Asisten Deputi Pengembangan Konektivitas Antarwilayah Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Djoko Hartoyo, menegaskan bahwa implementasi STID di Pelabuhan Tarakan perlu segera direalisasikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi logistik nasional dan mendukung transformasi digital sektor kepelabuhanan.
“STID merupakan fondasi penting dalam mewujudkan sistem logistik pelabuhan yang modern, tertib, dan terintegrasi. Kami mendorong agar implementasinya di Pelabuhan Tarakan dapat segera direalisasikan melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan. Dengan implementasi STID, proses pelayanan akan menjadi lebih cepat, data operasional lebih akurat, dan daya saing logistik Kalimantan Utara semakin meningkat,” ujar Djoko Hartoyo.
Sebagai tindak lanjut, Pelindo bersama KSOP Tarakan akan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Tarakan serta melakukan sosialisasi kepada asosiasi dan pelaku Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) guna memastikan seluruh pemangku kepentingan siap mendukung implementasi digitalisasi pelabuhan secara optimal.
Terminal Head Pelindo TPK Tarakan, Amrullah, menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan Pelabuhan Tarakan sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan.
“Pelabuhan Tarakan memiliki posisi yang sangat strategis sebagai gerbang logistik wilayah perbatasan. Melalui penguatan layanan Tol Laut, dukungan terhadap pembangunan KIPI, peningkatan ekspor daerah, serta percepatan digitalisasi pelabuhan, kami optimistis efisiensi rantai pasok dan daya saing logistik Kalimantan Utara akan terus meningkat. Pelindo berkomitmen menghadirkan layanan kepelabuhanan yang modern, andal, dan terintegrasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah,” ujar Amrullah.
Melalui forum koordinasi ini, Pelindo berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, regulator, operator pelabuhan, dan pelaku usaha sehingga tercipta ekosistem logistik yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan daya saing Kalimantan Utara sebagai gerbang ekonomi di kawasan perbatasan Indonesia. (**)



