Tarakan (5/2) – Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara melakukan kunjungan kerja ke PT Pelindo Group Tarakan pada Kamis, 05 Februari 2026.
Kunjungan ini dihadiri oleh Jufri Budiman, H. Yancong, S.Pi, Moh Nafis dan Kornie Serliany dan disambut langsung oleh Amrullah selaku Terminal Head TPK Tarakan sekaligus General Manager Representatif Pelindo Regional 4 Tarakan beserta jajarannya.
Jufri Budiman menyampaikan terima kasih atas sambutan yang telah diberikan dan kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan infrastruktur pelabuhan bongkar muat.
Amrullah dalam pemaparannya menyampaikan tidak hanya terkait kinerja operasional (arus petikemas) namun, peningkatan sarana dan fasilitas terminal penumpang, program transformasi dan program peningkatan layanan yang berjalan saat ini maupun yang akan datang.
Terminal penumpang memiliki luas bangunan sekitar 1.412 meter persegi dengan kapasitas sekitar 650 orang serta area parkir seluas 5.100 meter persegi yang mampu menampung sekitar 120 mobil dan 320 sepeda motor.
“Kami telah menyiapkan fasilitas terminal yang memadai untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa angkutan Lebaran,” paparnya.
Amrullah menjelaskan fasilitas umum di terminal meliputi ruang pelayanan medis, ruang informasi, tempat ibadah, ruang menyusui, serta area bermain anak. Selain itu, tersedia 11 unit toilet dan 750 kursi tunggu untuk menunjang kenyamanan penumpang.
“Kami memastikan fasilitas dasar yang dibutuhkan penumpang seperti layanan kesehatan, ruang ibadah, serta fasilitas ramah keluarga tersedia dengan baik,” katanya.
Dari sisi keamanan, Pelindo juga menyediakan 16 unit CCTV, dua unit mesin X-Ray, serta 10 rambu dan petunjuk pelayanan untuk mendukung pengawasan di area terminal. Selain itu, tersedia 16 unit pendingin ruangan, 14 kipas angin, dua kursi roda, serta tiga unit shuttle car guna mempermudah mobilitas penumpang.
“Seluruh fasilitas keamanan dan kenyamanan telah kami siapkan agar pelayanan kepada penumpang dapat berjalan optimal,” lanjutnya.
Pelindo juga menyiapkan sarana penanganan keadaan darurat berupa satu unit mobil pemadam kebakaran serta empat tabung pemadam. Selain itu, terdapat posko terpadu dan transit lounge untuk mendukung kebutuhan penumpang selama berada di terminal.
“Kami juga menyiapkan fasilitas pendukung keselamatan seperti mobil pemadam, posko terpadu, dan ruang transit bagi penumpang,” terangnya.
Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Utara, Jufri Budiman menilai secara umum kesiapan para stakeholder sudah cukup baik, mulai dari pengelola pelabuhan, otoritas pelayaran, hingga unsur keamanan dan keselamatan. Ia menyebut koordinasi lintas instansi terlihat berjalan dan menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran operasional pelabuhan.
“Dari hasil pemantauan kami, berbagai stakeholder sudah menunjukkan kesiapan yang cukup baik, terutama dari sisi fasilitas, pengamanan, dan pelayanan penumpang,” jelasnya.
Namun, pihak DPRD Kaltara juga memberikan sejumlah masukan, khususnya terkait pengamanan di area pelabuhan yang diprediksi akan semakin padat menjelang Lebaran. Jufri menilai pengawasan harus diperketat guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan, termasuk peredaran barang terlarang.
“Kami meminta pengamanan di pelabuhan terus diperketat karena lonjakan penumpang akan terus meningkat, termasuk mengantisipasi laporan adanya upaya penyelundupan maupun peredaran narkoba yang masuk melalui jalur laut,” tegasnya. (sp)



