Bulungan – Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyatakan penanganan langsung dilakukan setelah kejadian kecelakaan truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM) di KM 28 Jalan Poros Bulungan-Berau dengan tujuan agar distribusi BBM tidak terganggu.
“Kami langsung mengutamakan keselamatan awak mobil tangki, mengamankan kendaraan, dan memastikan penyaluran BBM ke masyarakat tetap berjalan,” kata Edi, Kamis (23/7/2026).
Mobil tangki tersebut membawa 8 kiloliter (KL) Pertalite dan 8 KL Biosolar dari Jobber Berau menuju SPBU 63.772.002. Setelah dievakuasi, seluruh muatan BBM berhasil dibongkar di SPBU tujuan pada Selasa (21/7) pagi.
“Seluruh BBM berhasil dibongkar dengan aman di SPBU tujuan sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal,” ujarnya.
Pertamina juga memastikan stok BBM di SPBU masih tersedia. Persediaan yang ada meliputi Pertamax 7 KL, Pertalite 9 KL, Pertamax Turbo 5 KL, Biosolar 24 KL, dan Dexlite 12 KL. Pengiriman BBM berikutnya juga telah disiapkan untuk menjaga pasokan tetap aman.
Dari hasil pemeriksaan awal, pengemudi dan kendaraan dinyatakan layak sebelum perjalanan. Saat kejadian cuaca cerah, kondisi jalan baik, dan kendaraan melaju dengan kecepatan sekitar 35 hingga 44 kilometer per jam.
“Kami akan melakukan evaluasi agar distribusi BBM tetap aman dan mengutamakan keselamatan,” tutup Edi.
Berita sebelumnya, kecelakaan diduga terjadi saat sopir berusaha menghindari dump truck bermuatan kelapa sawit yang berhenti di badan jalan karena mengalami pecah ban. Mobil tangki kemudian keluar jalur dan menabrak pohon sawit hingga bagian depan kendaraan mengalami kerusakan.
Meski mengalami kecelakaan, Pertamina memastikan tidak ada kebocoran maupun tumpahan BBM. Satu orang awak mobil tangki juga dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapat penanganan medis. (**)



